Untuk memberikan perawatan yang baik pada si Kecil, ada hal penting lainnya yang harus Bunda perhatikan saat merawat si Kecil yaitu merawat pakaiannya. Selain harus bersih, bahan pencuci yang digunakan untuk membersihkan pakaiannya juga harus ramah dan aman bagi Kulit Bayi Sensitif. Oleh sebab itu, Bunda harus memahami mengenai cara serta langkah mencuci pakaian bagi Kulit Bayi Sensitif agar si Kecil tidak mengalami iritasi pada kulitnya. Cara dan langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pisahkan pakaian, popok, celana yang ada sisa kotoran dengan yang hanya sekedar kotor. Bersihkan sisa kotoran buang air besar yang ada di celana atau popok dengan air yang mengalir, lalu kucek dengan sabun untuk menghilangkan sisa kotoran buang air besar yang masih menempel.
2. Pilihlah deterjen dan pelembut yang aman untuk bayi, biasanya produk pelembut yang aman untuk bayi akan mencantumkan tulisan “aman untuk bayi” pada kemasannya. Deterjen yang aman untuk bayi tidak akan membuat si Kecil terkena alergi dan pelembut khusus bayi akan membuat si Kecil merasa selalu nyaman sepanjang hari.
3. Rendam pakaian si Kecil dengan deterjen yang aman di air biasa selama 15 menit dan rendam selama 30 menit untuk pakaian yang terkena noda membandel. Setelah direndam, bilas dan kucek dengan air bersih.
4. Kemudian rendam kembali dengan deterjen yang aman, setelah itu kucek dan bilas 2-3 kali dengan air bersih yang mengalir atau air yang ada di ember.
5. Rendam dengan pelembut yang aman untuk kulit bayi selama 10 menit lalu keringkan dengan pengering khusus yang ada di mesin cuci, atur suhunya ke yang paling rendah agar pakaian si Kecil tidak menyusut. Atau, Bunda juga dapat mengeringkannya dengan dijemur dibawah panas matahari.
Yang harus Bunda ingat, hindari penggunaan pemutih dan deterjen yang mengandung pemutih karena bahan kimia yang ada dalam pemutih pakaian dapat menyebabkan iritasi kulit bahkan menyebabkan penyakit kulit. Selain itu, pakaian yang baru dibeli harus dicuci terlebih dahulu untuk membuatnya lebih bersih dan steril. Karena Bunda tidak akan tahu, sudah berapa lama pakaian tersebut dipajang di toko.
Jika si Kecil mengalami alergi setelah menggunakan pakaian yang baru saja dicuci, kemungkinan penyebabnya adalah deterjen yang digunakan. Hentikan pemakaian deterjen tersebut dan segera konsultasikan ke dokter agar si Kecil mendapatkan perawatan lebih lanjut.
1. Pisahkan pakaian, popok, celana yang ada sisa kotoran dengan yang hanya sekedar kotor. Bersihkan sisa kotoran buang air besar yang ada di celana atau popok dengan air yang mengalir, lalu kucek dengan sabun untuk menghilangkan sisa kotoran buang air besar yang masih menempel.
2. Pilihlah deterjen dan pelembut yang aman untuk bayi, biasanya produk pelembut yang aman untuk bayi akan mencantumkan tulisan “aman untuk bayi” pada kemasannya. Deterjen yang aman untuk bayi tidak akan membuat si Kecil terkena alergi dan pelembut khusus bayi akan membuat si Kecil merasa selalu nyaman sepanjang hari.
3. Rendam pakaian si Kecil dengan deterjen yang aman di air biasa selama 15 menit dan rendam selama 30 menit untuk pakaian yang terkena noda membandel. Setelah direndam, bilas dan kucek dengan air bersih.
4. Kemudian rendam kembali dengan deterjen yang aman, setelah itu kucek dan bilas 2-3 kali dengan air bersih yang mengalir atau air yang ada di ember.
5. Rendam dengan pelembut yang aman untuk kulit bayi selama 10 menit lalu keringkan dengan pengering khusus yang ada di mesin cuci, atur suhunya ke yang paling rendah agar pakaian si Kecil tidak menyusut. Atau, Bunda juga dapat mengeringkannya dengan dijemur dibawah panas matahari.
Yang harus Bunda ingat, hindari penggunaan pemutih dan deterjen yang mengandung pemutih karena bahan kimia yang ada dalam pemutih pakaian dapat menyebabkan iritasi kulit bahkan menyebabkan penyakit kulit. Selain itu, pakaian yang baru dibeli harus dicuci terlebih dahulu untuk membuatnya lebih bersih dan steril. Karena Bunda tidak akan tahu, sudah berapa lama pakaian tersebut dipajang di toko.
Jika si Kecil mengalami alergi setelah menggunakan pakaian yang baru saja dicuci, kemungkinan penyebabnya adalah deterjen yang digunakan. Hentikan pemakaian deterjen tersebut dan segera konsultasikan ke dokter agar si Kecil mendapatkan perawatan lebih lanjut.

No comments:
Post a Comment